×

Stay in The know

Skincare

Ini Bedanya Chemical dan Physical Sunscreen

Ini Bedanya Chemical dan Physical Sunscreen
Meichella Nancy

Wed, 15 April 2020 at 09.02

Tahukah Anda jika sunscreen yang hadir di pasaran terbagi dalam dua jenis? Simak informasinya dalam artikel ini.

Durasi baca: 55 detik


Masih suka lupa atau malas menggunakan sunscreen? Sebaiknya mulai ubah kebiasaan itu, yuk! Pasalnya, efek buruk sinar matahari dapat mendatangkan berbagai permasalahan kulit, mulai dari tanda-tanda penuaan sampai memicu terjadinya kanker kulit.


Sunscreen yang hadir di pasaran sendiri terbagi ke dalam dua jenis, yaitu chemical dan physical (biasa disebut juga mineral) sunscreen. Untuk mengetahui apa saja perbedaan di antara keduanya, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

(BACA JUGA: Sedang Mencari Sunscreen? Ini Dia 3 Pilihan Terbaru dari Brand Lokal)



(Foto: Shutterstock.com)


CHEMICAL SUNSCREEN

Meski sama-sama bermanfaat untuk memproteksi diri dari sinar matahari, namun cara kerja dua sunscreen ini berbeda. Chemical sunscreen sendiri mampu menyerap sinar UV yang masuk ke jaringan epidermis dan dermis kulit.


Memiliki kandungan utama UV filter seperti avobenzene. Namun sayangnya, zat aktif itu dinilai kurang stabil dan mudah rusak ketika terpapar sinar matahari. Untuk itulah, Anda perlu mengaplikasikan ulang sunscreen setiap tiga jam sekali agar hasilnya lebih maksimal.


Lalu, ada pula kandungan lain di dalam chemical sunscreen yang sering dikhawatirkan dapat merusak terumbu karang. Meski begitu, teksturnya memang terasa cair sehingga mudah menyerap, tidak meninggalkan rasa lengket, dan lebih nyaman ketika digunakan sehari-hari.



(Foto: Beautyglimpse.com)


PHYSICAL SUNSCREEN

Sedangkan cara kerja pyshical sunscreen yaitu dengan membentuk lapisan di permukaan kulit untuk menghalangi dan memantulkan sinar matahari agar tidak masuk atau menembus ke lapisan edpidermis.


Namun, physical sunscren memiliki tekstur yang terasa lebih kental dan berat di kulit. Hal itu membuat sunscreen cenderung akan lebih sulit berbaur pada kulit, bisa menyumbat pori-pori wajah, dan berpotensi meninggalkan white cast atau warna keputihan yang menggangu penampilan.


Meski begitu, jenis sunscreen ini mengandung bahan mineral aktif seperti titanium dioxide dan zinc oxide, yang diklaim pula lebih aman untuk kulit. Selain itu, bahan-bahan tersebut juga lebih stabil ketika terpapar sinar matahari sehingga Anda tak perlu bolak-balik re-apply suscreen ketika tengah beraktivitas.



(Meichella Nancy, foto: flair-magazine.com)

You Might Also LIke