×

Stay in The know

Events

Eksklusif: Curi Ilmu Tingkatkan Bisnis di GLITZMEDIA.CO + BCA Young Entrepreneur Movement

Eksklusif: Curi Ilmu Tingkatkan Bisnis di GLITZMEDIA.CO + BCA Young Entrepreneur Movement
Saskia Damanik

Wed, 16 December 2015 at 21.37


Selasa, 14 Desember 2015 kemarin untuk kali pertama GLITZMEDIA.CO menggelar acara bersama dengan para Glitzy. Menggandeng Bank Central Asia (BCA), acara bertajuk GLITZMEDIA.CO + BCA Young Entrepreneur Movement: The Basic of Money & Time Management to Developed A Strong Brand ini berlangsung di LetterD Cuisine & Bar, Gandaria, Jakarta Selatan.

Pada kesempatan ini, sekitar 35 Glitzy yang berkecimpung dalam dunia bisnis mendapatkan kesempatan langsung untuk menggali ide-ide segar dari tiga orang pembicara handal. Mereka adalah Tissa Aunilla (Co-Founder Pipiltin Cocoa), Farah Dini Novita (Janus Financial sekaligus penulis buku Finchickup), dan Lian Lubis (Senior Manager Treasury Division BCA). Peserta yang hadir tampil fashionable dengan mengenakan outfit sesuai dresscode—a touch of blue.


“Hello Young Entrepreneurs! Bila Anda adalah seorang pengusaha muda yang sedang menggeluti dunia bisnis khususnya ekspor impor, maka tepat sekali kehadiran Anda di sini. Hari ini kita akan belajar bagaimana cara mengembangkan bisnis dari tiga sisi, yaitu pebisnis, pakar keunganan, serta BCA yang memiliki solusi untuk menjalankan bisnis lebih efektif dan efisien,” sapa Ankatama yang menjadi MC pada sore hari itu.

Membuka acara pada sore hari itu, hadir Saskia Damanik, Managing Editor GLIZTMEDIA.CO. “Terimakasih untuk semua pihak yang sudah hadir di event pertama GLITZMEDIA.CO ini. Melihat, mendengar, dan belajar, karena sukses tak bisa diraih tanpa bantuan orang lain. GLIZTMEDIA.CO berharap inilah wadahnya menggali informasi tentang dunia entrepreneur untuk meningkatkan bisnis ke arah lebih baik,” sapa Saskia.

Selanjutnya, Ankatama pun memanggil pembicara pertama yang merupakan seorang pebisnis wanita sukses di belakang nama Pipiltin Cocoa—Tissa Aunilla. Tissa bercerita tentang kisahnya membangun Pipiltin Cocoa bersama sang adik. “Awalnya saya adalah seorang pengacara selama delapan tahun lamanya, sebelum memutuskan untuk merintis usaha. Tahun pertama, saya seringkali tak bisa tidur karena penghasilan yang masih naik turun,” kenang Tissa yang berbagi pada para Glitzy yang hadir.

“Namun bagi saya, jangan menunda jika sudah memiliki ide bisnis. Pertama, milikilah passion. Kedua adalah modal dan bussiness plan. Jika sudah memiliki ketiganya, segera mulai,” lanjut Tissa memberikan saran. Kisah yang begitu inspiratif, Tissa! 


Para Glitzy juga dipuaskan dengan tip mengatur keuangan dalam berbisnis yang disampaikan langsung oleh konsultan keuangan dari Janus Financial, Farah Dini Novita. “Bagi yang ingin memulai atau sedang merintis bisnis, jangan pernah sepelekan pembuatan bussiness plan atau perencanaan bisnis,” jelas wanita yang akrab dipanggil Dini itu. 

“Kesalahan pada pebisnis pemula biasanya adalah mencampur keuangan pribadi dengan uang bisnis. Ini membuat pendapatan dan pengeluaran susah untuk di-track. Biasanya, salah satu kendalanya adalah tak ada target sehingga terlalu cepat ingin ekspansi dan yang kedua permasalahan nilai tukar yang terburu-buru sehingga tak mendapat nilai tukar terbaik. Selanjutnya, selama satu dan dua tahun, seharusnya hasil bisnis jangan digunakan untuk kebutuhan pribadi. Semua keuntungan itu sebaiknya diputar kembali untuk investasi dalam bisnis,” jelas Dini yang merupakan salah satu founder Janus Financial.

Berbicara tentang efektivitas dan efisiensi, salah satu kendala yang dialami oleh Tissa—dan juga pebisnis lainnya—adalah melakukan transaksi valas yang tidak hemat waktu dan mendapati rate nilai tukar valas yang tidak akurat. Pada sesi ketigalah semua kendala ini dijawab langsung oleh Lian Lubis. 

“Bagi Anda yang berbisnis ekspor impor, tentu transaksi valas bukanlah sesuatu yang asing. Namun, biasanya Anda akan ke bank untuk mengetahui kurs-nya, baru kemudian melakukan transaksi. Kurs ini pun terbagi menjadi dua yaitu kurs nota bank dan kurs counter. Kelemahan dari keduanya adalah kurs yang digunakan bukan real time sehingga bagi Anda yang pelaku valas, kemungkinan kerugian dapat terjadi karena tidak mendapat harga terbaik,” jelas Lian Lubis.

“Untuk meminimalisir kerugian inilah BCA hadir dengan menawarkan kurs secara real time, yaitu e-Rate BCA. Dengan menggunakan e-Rate BCA yang tersedia di seluruh layanan online BCA dan ATM, Anda akan mendapatkan harga terbaik sekaligus efisiensi waktu dalam bertransaksi karena dapat dilakukan secara online tanpa harus datang ke bank,” kata Lian Lubis.


Usai mendapatkan cerita inspiratif, strategi keuangan berbisnis, serta solusi untuk efisiensi transaksi bisnis online dari BCA, para Glitzy diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab. Sebelum berakhirnya acara, Ankatama mengumumkan pemenang The Best Dressed (Desta dan Fida), Penanya Terbaik (Zelayna dan Nindya Ayu), serta The Best Posted on Instagram (@rumahdandelion) selama acara berlangsung.

Dekorasi sweet botanical dari Cose Dolci Party memperindah acara pada sore hari ini. Tak ketinggalan para Glitzy pun dimanjakan dengan kesempatan berfoto di pic.a.boo photobooth. Bagi Anda yang belum sempat mengikuti keseruan acara kemarin, jangan lupa untuk mengupdate informasi di website GLITZMEDIA.CO setiap harinya. See you on our next event, Glitzy!


(Shilla Dipo, All Images: Kissy Aprilia – GLITZMEDIA.CO)

You Might Also LIke