×

Stay in The know

Events

Saatnya Wanita Indonesia Terjun dan Bersaing Lebih Lagi Di Bidang Sains

Saatnya Wanita Indonesia Terjun dan Bersaing Lebih Lagi Di Bidang Sains
Saskia Damanik

Fri, 4 December 2015 at 04.32


Pemikiran wanita di era modern seperti saat ini semakin mengalami peluasan sudut padang dan pemikiran. Jika dulu Anda berpikir wanita hanya berperan sebagai ibu rumah tangga saja, banyak melakukan kegiatan di dapur hingga tak perlu mengenyam pendidikan tinggi—sepuluh tahun terakhir perlahan-lahan berubah. 

Acara inovatif bertajuk “For Woman in Science” kembali diselenggarakan oleh L’Oréal Indonesia dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO bersama Kementerian dan Kebudayaan (KNIU). Berlokasi di Gedung Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, acara yang berlangsung pada 3 Desember 2015 kemarin ini mengajak para wanita Indonesia untuk peduli dan berani bersaing dengan para kaum adam khususnya di bidang sains atau ilmu pengetahuan alam. 

“Sebagai perusahaan yang berakar di bidang Sains, kami melihat bahwa masih banyak stigma yang melekat pada wanita yang memilih karier di bidang sains. Hal ini disebabkan oleh stereotipe yang dilihat oleh para remaja mengenai tanggung jawab hidup bekeluarga dan anggapan miring ketika seorang wanita memilih sains sebagai karier utama. Kami melihat bahwa ini adalah saatnya untuk mengembalikan ketertarikan terhadap dunia riset dan inovasi,” ujar Vismay Sharma, selaku President Director, PT L’Oréal Indonesia.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Rasyid Baswedan Ph.D, Indonesia memiliki 90 peneliti wanita per 1 juta penduduk dengan skala rasio 18 : 82 dengan pria. Jumlah yang sebenarnya cukup tinggi dibandingkan dengan peneliti wanita negara lain. Namun, dengan kondisi dan jumlah masyarakat Indonesia, Anies menilai jumlah ini harusnya lebih berkembang. 

“Saya berharap ajang seperti ini terus dikembangkan untuk meningkatkan jumlah proporsi yang ada, karena saat ini banyak wanita cerdas yang bergelar doktor, namun lebih memilih bekerja di pemerintahan dibandingkan terjun menjadi seorang peneliti,” tambah Anies melalui sebuah tayangan video yang diputarkan pada acara ini.

Acara yang telah sukses berjalan selama 12 tahun ini, kembali melahirkan 4 pemenang terbaik, diantaranya Sastia Prama Putri, Ph.D dari Osaka University untuk kategori Life Sciences dengan judul proposal “Establishment of quality evaluation standard and authentication method of Kopi Luwak and various Indonesian specialty coffees by gas chromatography-based metabolomics”. Selanjutnya ada Dr. rer. nat Aluicia Anita Artarini dari Institut Teknologi Bandung dengan proposal penelitian berjudul “Development of Reporting System with Colorimetric to Screen Candidate of Polymerize Influenza Virus”.

Selain nama tersebut, hadir pula dua pemenang dalam kategori Material Science yang berhasil diduduki oleh Dr. Anawati, PhD dari Universitas Teknologi Sumbawa yang mengangkat penelitian“Fabrication of Anodic Alumina Oxide (AAO) Membrant Applied on Ready To Drink Filter in Sumbawa”. Tak ketinggalan, Kiky Corneliasari Sembiring, M.Eng dari Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia (LIPI) dengan penelitian berjudul “Heterogeneous Catalysts Ni0Cu0Mg-Al in the hydrogen production process of biodiesel production waste for renewable application”.

“Sebarkan pengalaman menjadi seorang peneliti, jadikan semua hasil karya ini menjadi inspirasi banyak orang, karena inilah kesempatan Anda untuk bersaing dengan para pria, untuk mendapatkan kesetaraan gender, dan membuktikan bahwa saya mampu, buatlah bangsa ini menjadi lebih hebat,” tutup Anies Baswedan.

(Elizabeth Puspa, Image: GLITZMEDIA.CO)

You Might Also LIke