×

Stay in The know

Intermezzo

Penyebaran Virus Corona, Ganggu Bisnis di Cina

Penyebaran Virus Corona, Ganggu Bisnis di Cina
Andiasti Ajani

Thu, 30 January 2020 at 19.57

Salah satu bisnis yang terkena imbasnya adalah coffee shop Starbucks.

Durasi baca: 55 detik.


Penyebaran virus corona dari Cina pada beberapa negara lain di dunia, memang bisa dibilang menjadi masalah yang genting. Terlebih banyak masyarakat yang diketahui telah meninggal dunia karena terjangkit virus ini.


Meskipun ada juga beberapa pasien yang sembuh, tetapi tidak mengurangi rasa takut publik terhadap penyebaran virus ini. Penyebaran virus corona ternyata tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga kesehatan bisnis.


Terbukti dengan munculnya virus ini, sejumlah bisnis di Cina terutama mulai tutup atau hiatus untuk sementara waktu. Termasuk gerai coffee shop terbanyak di dunia, Starbucks.

(BACA JUGA: Rayakan Hari Cuci Tangan Sedunia, Starbucks Membangun AquaTower di Salah Satu Sekolah di Tangerang)




Melansir dari cnn.com, John Culver selaku Presiden Internasional Starbucks mengatakan, bahwa pihaknya dengan berat hati harus menutup sementara beberapa gerai Starbucks di Negeri Tirai Bambu tersebut.


“Tidak semua ditutup, hingga saat ini baru beberapa saja. Gerai Starbucks yang masih buka, juga masih menawarkan jasa pengiriman. Namun menu yang dijual serta lokasi pengiriman sangat terbatas,” tuturnya.


Selain Culver, CEO Starbucks yang bernama Kevin Johnson mengatakan bahwa pihaknya meyakini penutupan beberapa gerai Starbucks di Cina sifatnya hanya sementara saja. Karena menurutnya, Cina merupakan pasar utama kedua bagi Starbucks setelah Amerika Serikat.


Sehingga, kehadiran virus corona tidak membuat mereka gentar. Starbucks yakin, bahwa virus corona tidak membuat geliat bisnis di sana menurun selamanya.


(Andiasti Ajani, foto: tr, asael pena/unsplash.com)

You Might Also LIke