×

Stay in The know

Intermezzo

Ritual dan Tradisi Unik Menyambut Bulan Puasa

Ritual dan Tradisi Unik Menyambut Bulan Puasa
Saskia Damanik

Tue, 16 June 2015 at 10.53


Memasuki bulan puasa yang hanya tinggal menghitung hari, banyak orang yang memusatkan diri untuk introspeksi diri agar lebih siap menjalankan dan memaknai puasa itu sendiri. Ternyata di sebagian daerah di Indonesia juga memiliki ritual unik dengan tujuan hampir serupa untuk menyambut bulan puasa. Penasaran apa saja ritualnya? Berikut ini penjelasan singkatnya untuk Anda...


Dugderan – Semarang

Festival yang diadakan tiap tahunnya di kota Semarang ini menjadi salah satu ritual wajib yang dilakukan warga sekitar untuk menyambut bulan puasa. Dugderan sendiri berasal dari kata ‘dug’, yang artinya bunyi bedug menandakan awal puasa, dan ‘der’, yang merupakan bunyi meriam. Festival ini biasa diadakan dengan membuat semacam ogoh-ogoh di Bali dan diarak dengan diiringi musik, tarian, hingga busana karnaval.


Padusan Bajong Banyu – Magelang

Ritual yang satu ini sering disebut dengan ‘perang air’, di mana para warga akan mengambil air di Sendang Kedawung. Dalam perjalanannya mereka akan diiringi oleh musik dan tari tradisional Magelang (Topeng Irang), selanjutnya warga akan diajak untuk berdoa di Sendang tersebut untuk menyucikan hati memasuki bulan Ramadhan. Usai berdoa mereka akan mengambil air dan dimasukan  ke dalam kendi, ada juga yang menaruhnya di dalam plastik. Setelah itu barulah ritual ‘perang air’ di mulai, mereka akan saling serang dengan melemparkan air yang telah mereka ambil. 


Nyadran – Banyumas 

Kegiatan ini sering dilakukan oleh setiap orang yang akan menyambut bulan suci Ramadhan. Mereka akan ziarah ke makam orang-orang yang dianggap lebih tua dan dihormati, biasanya datang untuk berdoa dan membersihkan makam, setelah itu warga akan melanjutkan sesi makan bersama. Hidangan yang disajikan biasanya berupa tumpengan yang dibuat oleh salah satu warga, kemudian mengumpulkan para tetangga untuk makan bersama. Ritual ini sebagai tanda permohonan dari warga agar diberkati selama bulan puasa.


Balimau – Sumatera Barat

Ritual unik di kota Sumatera Barat ini ditandai dengan para warga yang beramai-ramai pergi ke Lubuk Para. Warga akan datang dan bermain bersama di ruang terbuka, baik pria maupun wanita dari segala usia menjalankan ritual ini. Usai melakukan berendam, warga akan disiram perasan jeruk nipis yang sudah dicampur dengan kembang tujuh rupa dan dilakukan sebelum matahari terbenam. Hal ini menandakan pembersihan diri.


Nyorong – Betawi

Ternyata silatuhrami tak hanya dilakukan saat Idul Fitri. Masyarakat Betawi justru melakukannya sebelum dan sesudah bulan Ramadhan. Biasanya mereka akan datang ke rumah saudara yang lebih tua dengan membawa makanan dan bingkisan. Masakan yang dibawa biasanya berupa bahan mentah seperti daging kerbau, ikan bandeng, kopi, susu, gula, kecap, dan masih banyak lagi. Dengan ritual seperti ini diharapkan semakin mempererat tali persaudaraan mereka.

(Elizabeth Puspa, Image: Corbis)

You Might Also LIke