×

Stay in The know

Trends

Gandeng 3 Desainer Laki-Laki, Brand Make Up Make Over Sajikan Parade Mode ‘Colors Unsencored’

Gandeng 3 Desainer Laki-Laki, Brand Make Up Make Over Sajikan Parade Mode ‘Colors Unsencored’
Andiasti Ajani

Fri, 25 October 2019 at 16.05

Yosafat Dwi Kurniawan, Tities Sapoetra, dan Albert Yanuar, adalah sosok tiga desainer di balik meriahnya panggung Make Over di Jakarta Fashion Week kemarin.

Durasi baca: 1 menit.


Salah satu perhelatan mode terbesar di Indonesia yakni Jakarta Fashion Week 2020, masih terus berjalan hingga hari Senin, 28 Oktober 2019 mendatang. Meskipun belum sebesar perhelatan fashion di empat kota mode, namun setiap koleksi yang ditampilkan oleh para desainer Indonesia, patut diapresiasi.


Kemarin, salah satu pertunjukkan mode yang juga dihadiri oleh GLITZMEDIA.CO adalah show dari brand make up Make Over, yang juga official make up partner dari Jakarta Fashion Week 2020. 


Pada saat konferensi pers, Brand Manager dari Make Over yakni Stephanie Lie mengungkapkan, ada tiga teknik make up yang akan mereka tunjukkan pada saat parade busana. Yakni contra contour, eyesight shade, dan lip blast off. Ketiga teknik ini akan merupakan perkembangan dari ide dasar setiap produk make up yang ada di bawah naungan Make Over.

(BACA JUGA: Tren Warna dan Gaya Rambut dari Panggung L’Oreal Professionel di JFW 2020)




“Sebelumnya kami selalu mengajak para perempuan untuk lebih percaya diri dengan karakter dan warna kulit mereka. Kali ini kami ingin mengajak para perempuan untuk lebih berani lagi dalam menggunakan make up, terutama soal penggunaan produk berwarna. Tunjukkan bahwa di dalam make up itu tidak ada boundaries atau batasan,” tuturnya.


Saat konferensi pers, tiga desainer yang akan menunjukkan koleksinya yakni Yosafat Dwi Kurniawan, Tities Sapoetra, dan Albert Yanuar, juga bercerita tentang nama koleksi yang akan mereka tunjukkan di show malam harinya.


“Koleksi saya bernama ‘Cananga’. Cananga diambil dari nama bunga, yang memiliki aroma serta bentuk yang khas. Zaman dulu, bunga ini sering dipakai oleh kaum bangsawan ketika menghadiri acara-acara penting. Keindahan bunga Cananga akan diwujudkan lewat warna-warna cantik dari make up Make Over terutama eye pallet. Seperti Powerstay Royal Rose dan Uptown Bae,” tutur Tities.




Berbeda dengan Tities, Yosafat Dwi Kurniawan mengaku bahwa koleksi busananya kali ini terinspirasi dari istilah “The Far East” yang sering didengar dari bangsa Eropa ketika menyebut negara-negara di kawasan Asia Timur, sekitar abad ke-12.


Karena itu, busana yang ia pertontonkan merupakan hasil riset dari budaya Tiongkok, Korea, dan Jepang. Hasil riset ini kemudian ia kawinkan dengan sudut pandang budaya barat, sehingga sangat menarik untuk ditelaah.




Beda lagi dengan Albert Yanuar. Tema "Vere Volucres" menjadi nama koleksi desainer yang pernah berguru pada seniornya yakni desainer Sebastian Gunawan. Vere volucres merupakan bahasa Latin, yang kalau diterjemahkan ke bahasa Inggris artinya adalah "Springs Birds".


Artinya, koleksi Albert kali ini terinspirasi dari keindahan burung-burung yang hidup di daerah tropis seperti Indonesia. Burung-burung seperti Kakatua, Beo, dan Flamingo, akan banyak terlihat sebagai aksen di karya-karyanya.




Yosafat, Tities, dan Albert kurang lebih menunjukkan kurang lebih 18 sampai 20 looks dalam satu koleksi. Meski memiliki tema yang berbeda dari koleksi-koleksi mereka yang sebelumnya, ketiga desainer ini tidak kehilangan identitas. Setiap busana yang mereka buat, tetap tercermin kepribadian serta kreativitas yang sudah menjadi DNA para desainer ini.


Selain tiga desainer, Make Over juga memboyong serta tiga orang make up artist-nya yang tentu sudah memiliki nama besar. Seperti Philipe Karunia, Marlene Hariman, dan Dhirman Putra. Ketiga make up artist ini juga didaulat untuk menjadi juri Make Over MUA Hunt 2019.


(Andiasti Ajani, foto: image.net/jfw2020)

You Might Also LIke