×

Stay in The know

Career & Money

Waspadai 8 Tanda Yang Menunjukkan Anda Sudah Bekerja Secara Berlebihan

Waspadai 8 Tanda Yang Menunjukkan Anda Sudah Bekerja Secara Berlebihan
Saskia Damanik

Thu, 28 July 2016 at 12.54

Perhatikan tanda-tanda ini untuk mengetahui batas kemampuan Anda dalam bekerja.

Anda mungkin seringkali merasa belum bekerja maksimal selama ini. Yes, there are some people who want to push themselves to their limit but don’t know exactly where the limit is. Tujuannya sebenarnya baik, yaitu bekerja keras. Namun, ada baiknya Anda mengetahui di mana sebenarnya batas kemampuan diri, agar tidak memforsir diri sendiri untuk bekerja terlalu keras atau berlebihan. Ingat, semua yang ‘terlalu’ tentu tidak baik, Glitzy.

Jadi, apa saja yang menjadi tanda Anda sudah bekerja secara berlebihan? Berikut ini adalah kedelepan tandanya.


Emosi Tidak Stabil

“If you find yourself berating waiters, flight attendants, or reservations agents, make a habit of taking an extra minute during every interaction to thank them--and be specific, if possible. In trying to cheer up those who are doing tough jobs, you might also boost your own spirits,” jelas Joel Peterson, Ketua JetBlue Airways dan Professor di Stanford Business School. Jadi, saat Anda jadi mudah emsional, bersikap ketus, dan berbicara dengan nada tinggi, sebaiknya cari solusi untuk mengurangi porsi kerja Anda.


Otak Seolah ‘Balapan’

Apakah Anda sering berpikir keras dan sulit untuk tak memikirkan ide atau pekerjaan? Anda selama ini berpikir bahwa mungkin ini adalah cara untuk menjadi lebih produktif, padahal, “Your mind is chasing it’s own tail,” tambah Peterson. “You think the root of your stress is that you spend all of your time in a state of intense focus. But really, most people under stress are re-plowing the same field over and over. They confuse this obsessing with focus, but it's really the opposite,” lanjutnya.


Sulit Tidur

Otak seolah tak berhenti berpikir dan hal ini seringkali terus terjadi—atau bahkan meningkat—di malam hari. Akibatnya, Anda tak bisa rileks ketika mencoba memejamkan mata untuk beristirahat. Tak jarang, Anda terbangun di tengah malam, atau tiba-tiba kembali membuka mata saat hampir tertidur. Jika benar-benar sudah bekerja terlalu keras, Anda dapat berpotensi mengalami sleep paralysis—atau di Indonesia dikenal dengan nama ‘tindihan’.




Tidak Hidup di Saat Sekarang

“You reminisce, telling stories of past glories. Or you await the future, unable to really start living until a certain goal is behind you. Both of these are signals that you're living outside the present, a habit that only leads to more stress,” ungkap Peterson, dilansir dari Inc.com. “Being present in the moment, enjoying the conversation, the meeting, the people and the challenges as they come up will reduce stress.” Terlalu banyak memikirkan masa depan membuat Anda tak bisa menikmati momen yang sedang berlangsung, Glitzy.


Sering Terlambat

Memang, banyak orang yang seringkali terlambat bukan karena faktor stres—tapi kebiasaan. Namun, saat Anda lebih sering terlambat ketimbang biasanya, maka hal ini mungkin merupakan tanda Glitzy telah bekerja terlalu keras. “Being present in the moment, enjoying the conversation, the meeting, the people and the challenges as they come up will reduce stress,” saran Peterson.


Detak Jantung Meningkat

Biasakan untuk memeriksa detak jantung Anda saat bangun tidur—bisa juga menggunakan aplikasi yang mendekati akurat di ponsel Anda. Jika ada kenaikan yang cukup signifikan, maka kemungkinan Anda sudah bekerja terlalu keras dan mengalami stres. Ketika Anda bekerja keras, maka kemungkinan tingkat stres meningkat, dan tubuh membutuhkan asupan oksigen lebih banyak ketika masa tersebut. Hal ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk penyediaan oksigen yang dibutuhkan tubuh.


Bekerja Lebih dari 50 Jam per Minggu

Coba deh, hitung berapa jam yang Anda habiskan untuk bekerja setiap minggunya? Normalnya, Anda bekerja 40 jam per minggu—dengan hitungan 8 jam kerja per harinya. Nah, jika Anda bekerja hingga lebih dari 50 jam, bahkan 60 jam per minggu, artinya Anda telah bekerja terlalu keras. Jadi, atur kembali jam dan cara kerja Anda. Jika waktu kerja yang berlebihan ternyata membuat Anda tidak memiliki waktu libur atau ‘me time’, sebaiknya pikirkan untuk mencari pekerjaan baru.


Miskomunikasi

Saat bekerja berlebihan, pikiran menjadi tidak fokus karena terbiasa berpikir keras. Akibatnya, Anda banyak memikirkan sesuatu, bahkan di momen yang santai sekali pun. Hal ini membuat terjadinya miskomunikasi ketika terlibat pembicaraan dengan orang lain. Lebih buruknya, jika lawan bicara sedikit protes dengan sikap tersebut, Anda lah yang justru mengeluarkan suara meninggi akibat emosi yang tak stabil.

(Shilla Dipo, Images: Berbagai Sumber)

You Might Also LIke