×

Stay in The know

Glitz Journal

Efek Negatif Ketika Anak Gemar Mendengarkan Lagu Dewasa

Efek Negatif Ketika Anak Gemar Mendengarkan Lagu Dewasa
Andiasti Ajani

Tue, 23 October 2018 at 18.06

Lagu dewasa dapat mengganggu emosi dan pola pikir anak-anak.

Durasi baca: 55 detik.


Tidak hanya tayangan televisi saja yang memiliki batasan usia tonton untuk anak-anak, mendengarkan musik pun demikian. Orangtua pasti sudah tahu bahwa lagu dewasa memang tidak sepantasnya didengarkan oleh anak-anak. Karena dinilai too much information dan dapat mengganggu emosi serta pola pikir mereka.

Berikut adalah beberapa risiko atau dampak bagi anak bila mereka terus menerus mendengarkan lagu dewasa.

(BACA JUGA: Reaksi Anak-Anak mendengar Red Hot Chili Papers)


DEWASA SEBELUM WAKTUNYA

Lagu-lagu dewasa, terutama tentang cinta dan patah hati, dapat memberikan efek buruk yang sama seperti tayangan televisi. Anak berpotensi dewasa sebelum waktunya karena lagu cinta yang sering ia dengarkan. Kemudian mereka akan mempraktikkan makna lagu tersebut dan berperilaku tidak sesuai dengan usianya. 


MUDAH TERBAWA EMOSI

Lagu-lagu dewasa cenderung menguras emosi. Mulai dari bahagia, senang, kecewa, marah, sedih, patah hati dan lain sebagainya. Anak yang emosinya belum stabil akan mudah larut dan terbawa ke dalam emosi. Emosi mereka bisa naik turun seperti tiba-tiba menjadi sangat sedih atau senang karena mendengarkan lagu-lagu tertentu.


MENGGANGGU POLA PIKIRNYA

Lagu-lagu dewasa dengan unsur 17 tahun ke atas biasanya mengandung unsur seksual. Hal ini tentu saja akan mengganggu pola pikir anak. Memang anak harus mendapatkan pendidikan seksual, namun sebaiknya pendidikan tersebut disampaikan dengan cara yang positif dan tidak mengganggu pola pikir anak. 


(Sarah Nabila, foto: tacomalibrary.com)

You Might Also LIke