×

Stay in The know

Motherhood

6 Tips Mengajarkan Nilai Toleransi pada Anak Sejak Dini

6 Tips Mengajarkan Nilai Toleransi pada Anak Sejak Dini
Mondials Anindhita

Mon, 1 June 2020 at 16.05

Ternyata ini pentingnya mengajarkan dan memupuk nilai toleransi pada anak-anak.

Durasi baca: 1 menit.


Krisis toleransi semakin hangat terasa, tidak hanya di Indonesia bahkan di beberapan belahan negara di dunia. Bahkan anak-anak di bawah usia pun kini sudah saling sindir karena melihat orang lain berbeda dengannya. 


“Orangtua memiliki peran penting dalam mendidik anak-anak untuk dapat menghargai sebuah perbedaan. Jangan sampai Anda lengah dan membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang intoleran hingga kehidupan di negara ini kian terpecah belah,” ujar Najelaa Shihab, selaku psikolog dan pemilik dari Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK).  

(BACA JUGA: Tips Menjaga Kesehatan Mental Anak di Tengah Pandemi COVID-19)


Sebelum terlambat, Anda sebaiknya menerapakan beberapa pengajaran berikut ini kepada anak-anak, agar rasa toleransi muncul sejak mereka kecil dan matang ketika mereka remaja nanti. 


BIASAKAN HIDUP DALAM KEBERAGAMAN

Orangtua menjadi fondasi awal tumbuh kembang anak, baik secara fisik, psikis, maupun moralnya. Tanamkan nilai perbedaan sejak mereka lahir tentang sebuah keberagaman.


Jadikan perbedaan sebagai suatu hal yang patut untuk Anda rayakan dan tidak perlu mereka khawatirkan. Berikan si Kecil pengalaman nyata akan nilai toleransi, karena pendidikan saja tidak cukup. 


TERJUN DALAM PENGALAMAN NYATA

Jika anak terbiasa untuk hidup berkecukupan, cobalah sesekali Anda mengajaknya mengunjungi atau bertemu dengan mereka yang kurang mampu. Biarkan si Kecil belajar pentingnya toleransi dan saling berbagi. 



(Foto: Freepik.com/rawpixel.com)


Selanjutnya, saat anak terbiasa hidup dalam lingkungan yang memiliki kesamaan dengannya, suku, ras, bentuk fisik, dan agama, artinya Anda harus mengajak mereka bergaul bersama orang-orang yang memiliki perbedaan dengannya. Tujuannnya, agar anak bisa merasakan bahwa perbedaan itu indah dan tidak perlu saling mencemooh satu sama lain. 


STOP MENGAJARKAN ANAK INTOLERANSI 

Saat ini banyak orangtua yang justru menanamkan nilai intoleransi kepada anaknya. “Mereka yang mengajarkan intoleran sebenarnya adalah orang-orang yang ketakutan, sehingga menganggap perbedaan adalah ancaman,” ujar Najella. 


Sebenarnya Anda tidak perlu merasa khawatir akan adanya perbedaan. Anak-anak yang hidup dengan orangtua seperti ini, artinya lingkungan menjadi peran terbesar untuk mengubah persepsi mereka. Jangan musuhi, tetapi rangkul mereka, sehingga anak bisa mengerti bahwa sebenarnya ancaman tersebut tidak pernah ada.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke