×

Stay in The know

Health & Body

4 Dampak Stres pada Kulit

4 Dampak Stres pada Kulit
Anggia Hapsari

Sun, 3 May 2020 at 08.01

Mulai dari wajah kusam hingga tanda penuaan dini, inilah yang terjadi pada kulit ketika Anda dilanda stres.

Durasi baca: 1 menit 30 detik 


Paparan sinar ultraviolet, gaya hidup tidak sehat, serta perawatan kecantikan yang tidak teratur menjadi faktor eksternal terganggunya keseimbangan kondisi kulit. Namun, ada faktor internal yang berperan penting memengaruhi kesehatan dan kecantikan kulit seseorang, yaitu gangguan kecemasan atau stres.  


Stres akan menimbulkan reaksi kimia di dalam tubuh yang membuat kulit menjadi lebih sensitif dan reaktif. Lalu apa yang terjadi dengan kondisi kulit saat tubuh berada dalam tingkat kecemasan tinggi? Simak penjelasan dari ahli dermatologi internasional berikut ini.   


WAJAH KUSAM DAN TIMBUL GARIS HALUS 

Dermatologis asal New York, Kavita Mariwalla, MD, mengungkapkan bahwa tekanan depresi dapat menyebabkan kulit menjadi kusam, pucat, bahkan kehilangan elastisitas. 

(BACA JUGA: 5 Langkah Perawatan Tepat untuk Kulit Berminyak)



Stres dan anxiety memberikan dampak kerusakan pada DNA di dalam sel-sel tubuh. Kondisi tersebut menganggu bagian telemores (ujung rantai jaringan DNA) yang bekerja melindungi kromosom dan memengaruhi usia sel-sel kulit. Akibatnya, sel-sel menjadi cepat mati dan sistem kerja tubuh tidak maksimal.


JARINGAN KULIT TERLUKA

Saat mengalami gangguan kecemasan, penderita cenderung melakukan hal-hal diluar akal sehat. Hal ini disetujui oleh Abigail Waldman, MD—Ahli Dermatologi dari Brigham and Women’s Hospital Boston—bahwa kebiasaan tersebut dapat berupa perilaku yang menyakiti diri sendiri. 


Misalnya menggaruk kulit yang merupakan salah satu kebiasaan penderita anxiety hingga menyebabkan luka dan bekas yang sulit dihilangkan.  


Lebih parahnya lagi, sebuah penelitian menunjukan bahwa 3,6% penderita anxiety dewasa berisiko mengalami trikotilomania. Penyakit tersebut menimbulkan keinginan untuk menarik rambut hingga rontok bahkan botak permanen lantaran adanya tekanan depresi dan psikologis dari dalam diri. 


TIMBUL PENYAKIT KULIT

 Kulit sering mengalami peradangan, kemerahan, hingga iritasi yang mengarah pada penyakit eksim atau psoriasis? Menurut Waldman, hal tersebut bisa saja disebabkan oleh tekanan depresi yang tengah Anda alami. 

(BACA JUGA: Pelembap untuk Kulit Berminyak)



Hormon kortisol stres yang meningkat secara berlebihan, menghalangi sistem imunitas untuk melindungi kulit.  Umumnya, pasien yang memiliki gangguan tinggi pada kulit cenderung mengalami anxiety baik secara individu maupun sosial. 


Karena itulah, Waldman membenarkan bahwa stres berkepanjangan dapat mempengaruhi kondisi kulit yang negatif. Jika mengalami hal serupa, Waldman menyarankan Anda mengunjungi psikiater selain ahli dermatologi.


SULIT TIDUR DAN KONDISI KULIT RUSAK 

Penelitian menunjukan jika kondisi stres yang disebabkan oleh hal-hal kecil sudah dapat menimbulkan efek negatif pada waktu tidur seseorang. Selain itu, kondisi tersebut tidak hanya membuat tubuh menjadi lelah, namun juga memengaruhi penampilan Anda.


Selain menimbulkan kantung dan lingkaran hitam di bawah mata, Waldman juga mengungkapkan jika kulit akan dihiasi oleh berbagai tanda penuaan. Penggunaan skincare yang tepat dapat membantu menyamarkan permasalahan tersebut. Namun, tidak ada solusi yang lebih baik dibandingkan tidur cukup selama 7 – 8 jam setiap harinya.  

(Agnes Priscilla, foto: unsplash.com/ Ricardo Mion)



You Might Also LIke