×

Stay in The know

Health & Body

Mengenal Seluk Beluk Alter Ego Kepribadian Buatan yang Sengaja Diciptakan Orang

Mengenal Seluk Beluk Alter Ego Kepribadian Buatan yang Sengaja Diciptakan Orang
Saskia Damanik

Fri, 6 May 2016 at 09.51

Ternyata, penyakit mental ini juga banyak dimiliki oleh para selebriti bahkan orang-orang awam seperti kita.

Banyak selebriti mengaku dibantu oleh alter ego-nya dalam mencapai kesuksesan. Sebut saja Beyonce dengan Sasha Fierce, Eminem dengan Slim Shady, Lady Gaga dengan Jo Calderone, Mariah Carrey dengan Mimi, dan masih banyak lagi deretan artis dengan ‘pribadi keduanya.’ Sebenarnya, apa itu alter ego?

Sebelum masuk pada penjelasan lebih dalam, mari pikirkan sejenak. Terkadang, kita tak menyadari akan karakter orang-orang di sekitar. Lihat ke samping, depan, ataupun belakang—Anda dikelilingi orang-orang yang belum tentu menunjukkan karakter aslinya. Some says it is normal, but still, normal has its limit. Sejauh mana orang-orang di sekeliling Anda menutupi karakter aslinya? Apakah ia memiliki alter ego atau sekedar bersikap profesional?

Menurut Jason Ladock, psikolog sekaligus penulis di HealthGuidance.org, alter ego adalah pribadi impian yang diciptakan oleh seseorang ke dalam kehidupan nyata. “Once a person creates an alter ego, they start dreaming about the same and living a life of their own with the alter ego,” ungkapnya. 

(Foto: wikiHow)

Lebih lanjut, berikut adalah ulasan GLITZMEDIA.CO mengenai alter ego:

  • Menurut Joann Ellison Rodgers, jurnalis ilmu pengetahuan asal Amerika Serikat, karakter asli seseorang adalah sifat dasar yang dimilikinya semenjak umur tiga tahun. Namun, seiring dengan perjalanan waktu, peristiwa, dan unsur eksternal lainnya, seseorang akan memiliki karakter impian dan jika orang tersebut tidak memiliki prinsip yang kuat, alter ego dapat diciptakannya.
  • Alter ego biasanya memiliki karakter yang menguatkan pribadi asli seseorang. Seringkali, kedua karakter ini memiliki bertolak belakang—tergantung dengan karakter impian yang dimiliki orang tersebut. Misalnya, Mariah Carey memiliki sifat yang cenderung serius dan ambisius. Ia pun menciptakan Mimi sebagai alter ego yang memiliki sifat lebih menyenangkan, ‘nakal’, dan polos.
  • Secara umum, ada tiga tipe kepemilikan alter ego: pertama, ia sadar akan perubahannya namun merasa tak memiliki alter ego. Baginya, perubahan tersebut hanyalah mengikuti kata dan suasana hati saja walaupun sikap dan sifatnya seolah berubah 180 derajat; kedua, ia sadar dirinya memiliki alter ego dan memunculkan karakter tersebut sesuai dengan kondisi yang tengah dihadapinya; dan terakhir adalah mereka yang tidak sadar memiliki alter ego sehingga seringkali lepas kendali dan merasa tidak melakukan apa yang jelas-jelas ia lakukan. Psikolog menyebut hal ini dengan split personality disorder.
  • Gangguan ini tidak selalu mengganggu. Bahkan, beberapa orang yang memiliki alter ego merasa diuntungkan karena dapat mencapai kehidupan impiannya. Namun, sebagian lagi merasa dirugikan ketika alter ego mereka menjadi lebih kuat dan dikenal dibandingkan jati diri asli mereka. Ketika hal itu terjadi, ada kemungkinan orang tersebut akan mengalami depresi hingga keinginan bunuh diri yang kuat untuk membunuh alter ego-nya. Salah satu kasus yang paling terkenal adalah meninggalnya aktor Heath Ledger akibat menciptakan karakter Joker yang ia perankan untuk bermain dalam film The Dark Knight.
  • Sekilas, hal ini mirip dengan gangguan bipolar karena adanya perubahan drastis. Bedanya, bipolar adalah gangguan mood dan bukan menciptakan karakter baru di dalam dirinya. Ia tetap menjadi diri sendiri namun suasana hatinya mudah berubah (BACA: http://www.glitzmedia.co/post/kenali-lebih-jauh-penyakit-gangguan-mental-bipolar-yang-banyak-terjadi-di-sekeliling-anda). Sedangkan alter ego adalah menciptakan karakter atau pribadi yang berbeda dari pribadi asli penderita.
  • Munculnya alter ego biasanya disebabkan kurangnya percaya diri, tidak menyukai karakter di dalam dirinya, hingga tuntutan dari lingkungan sosial—termasuk pekerjaan—hingga orang tersebut menciptakan karakter yang sesuai dengan tuntutan diri atau orang lain tersebut.
  • Aktor atau aktris, seniman, musisi, dan penulis adalah mereka yang paling sering memiliki alter ego. Hal ini disebabkan adanya citra atau image impian dari dirinya yang ingin disampaikan pada khalayak, sehingga ia pun menciptakan karakter atau pribadi baru yang dikenal dengan alter ego tersebut.

Kesimpulannya, alter ego memang tak selalu buruk, namun jika dibiarkan dalam jangka waktu lama, akan sangat berbahaya. (BACA JUGA: Anda Pun Berisiko Memiliki Alter Ego. Cegah Dengan Cara Ini Agar Tak Terjebak!) Pasalnya, orang tersebut lama-lama akan merasa lelah menjadi pribadi lain dan saat menunjukkan kembali pribadi aslinya, ada kemungkinan penolakan dari orang-orang sekitar. Hal ini disebabkan karena ia tak lagi dikenal sebagai pribadi aslinya atau orang-orang justru lebih menyukai alter ego-nya. Ini menyebabkan adanya rasa depresi dan bisa berakibat fatal, Glitzy.
(Shilla Dipo, Images: catscendence.deviantart.com, athingcreated.com)

You Might Also LIke