×

Stay in The know

Health & Body

Shanti Persada, Pejuang Kanker Payudara dan Pendiri Yayasan Lovepink Indonesia

Shanti Persada, Pejuang Kanker Payudara dan Pendiri Yayasan Lovepink Indonesia
Andiasti Ajani

Tue, 16 October 2018 at 12.03


Bicara soal kanker payudara, gejala umum yang diketahui adalah muncul benjolan di payudara, warna kulit dan bentuk payudara berubah, kemudian dari puting keluar cairan. Ternyata, gejala umum ini tidak semuanya dialami oleh para perempuan.


Ibu Shanti mengatakan, bahwa ada penderita kanker payudara yang tidak mengalami benjolan, ada yang bentuk dan warna kulit payudaranya tidak berubah, sehingga penting bagi semua perempuan untuk rutin memeriksakan kondisi payudaranya sendiri di rumah.


“SADARI atau Periksa Payudara Sendiri setiap sebulan sekali di hari ketujuh atau kesepuluh setelah menstruasi, perlu dilakukan. Misalnya selesai menstruasi di tanggal 1, maka periksa payudara di tanggal 7 sampai 10. Bila sudah tidak menstruasi, tentukan saja tanggal sendiri. Biasanya agar lebih mudah diingat, pilihlah tanggal ulang tahun Anda. Kalau kira-kira ada ciri-ciri gejala kanker payudara, langsung SADANIS atau Periksa Payudara Klinis,” kata Ibu Shanti.


Bila mengulik soal kanker, jumlah dan jenisnya banyak sekali. Selain kanker payudara, kanker lain juga erat dengan perempuan di antaranya ada kanker usus, kanker rahim, hingga kanker serviks.


Namun sayangnya, hingga saat ini Lovepink bisa dibilang menjadi satu-satunya gerakan dukungan yang paling bergaung di antara jenis kanker lainnya. Ibu Shanti menilai hal ini mungkin disebabkan karena Lovepink berani menyuarakan aspirasinya dan membuat kanker payudara tidak lagi tabu.




“Dulu kanker payudara dianggap sebagai hal yang tabu karena berurusan dengan bagian intim perempuan. Tapi masalahnya, kalau kita tidak speak up, bagaimana orang mau bantu? Kalau mau menarik simpati orang, ya kita harus bicara lantang. Semakin kita terbuka dan meneriakkan kanker payudara, orang jadi aware. Semakin orang aware, maka mereka juga akan mengampanyekan tentang bahayanya kanker payudara,” tutur Shanti.


Shanti juga mengungkapkan, bahwa 80% perempuan berpotensi untuk terkena kanker payudara. Sedangkan laki-laki juga berpotensi tapi hanya 1% saja.


(Andiasti Ajani, foto: Aditya Virmana)

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke