×

Stay in The know

Health & Body

Takut Menjadi Wanita Single? Ternyata Ini Sebuah Kelainan Psikologis

Takut Menjadi Wanita Single? Ternyata Ini Sebuah Kelainan Psikologis
Saskia Damanik

Wed, 29 July 2015 at 03.40


“Jadi, kapan menikah?”

Mungkin ini adalah salah satu pertanyaan yang menjadi trending topic di momen acara keluarga besar. Pertanyaan simpel yang membuat sebagian orang berpikir sangat kompleks mengenai jawaban dari pertanyaan tersebut. Bukan mencari jawaban untuk si penanya, namun lebih kepada menjawab pertanyaan diri sendiri—hmm, kapan ya?

Memang sih, singel isn’t a big deal while younger, tapi seiring dengan berjalannya waktu, pertanyaan ini menjadi semakin mencekam dan tak jarang membuat Anda takut untuk tidak menikah. Akibatnya, rasa takut tersebut membuat Anda jadi asal memilih pasangan—yang penting tidak jomblo! 

Duh, jangan sampai, deh! Karena jika Anda berpikir seperti itu, mungkin Anda memiliki kelainan psikologis yang disebut dengan Anuptaphobia.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Stephanie Spielmann, Geoff MacDonald, Jessica Maxwell, Samantha Joel, Diana Peragine, Amy Muise, dan Emily Impett dari University of Toronto, Anuptaphobia bukanlah sekedar kelainan psikologis takut single, namun takut berakhir sendiri. Karena itu, Anuptaphobia tidak hanya dialami oleh mereka yang single namun juga yang memiliki pasangan.

Biasanya, ada beberapa penyebab Anuptaphobia seperti sudah lama menjalin hubungan dengan seseorang, usia, lingkungan, serta trauma dengan status single. Ini menyebabkan orang tersebut mengalami ketakutan luar biasa untuk menjadi single. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, ini  dia tanda-tandanya.


Bertahan Pada Hubungan Tidak Sehat

Anda tahu bahwa banyak alasan untuk mengakhiri hubungan dengan kekasih. Namun hingga detik ini, Anda masih saja bertahan. Jelas, menyayanginya bukanlah alasan utama. Namun Anda takut sendiri dan kesepian jika putus darinya. Well, ini adalah salah satu tanda Anuptaphobia, Glitzy. Mungkin, ini yang ada di pikiran Anda, “Kalau tidak dengannya, lalu sama siapa?”


Sebal Melihat Pasangan Romantis

Saat melihat film romantis, Anda bukannya melting melihat adegan romantis pasangan tersebut, tapi malah sedih atau sebal. Sebenarnya, hati kecil Anda terbesit rasa iri yang sangat besar. Inilah yang menyebabkan rasa kesal sekaligus iba pada diri sendiri yang masih saja sendiri.


Cepat Menemukan Pengganti Pasangan

Baru saja putus, Anda sudah langsung mencari pasangan baru. Tidak, bukan karena Anda mudah jatuh cinta, namun karena Anda tak mau menjadi single. Bagi Anda, menjadi single sama dengan runtuhnya dunia. Anda jadi selalu mengiyakan pria yang mendekati Anda—siapa pun itu. Bagi Anda, yang penting punya pacar!




Merasa Minder Saat Single

Anda merasa bahwa status single adalah hal yang paling buruk di dunia ini—seolah semua orang akan mencemooh Anda jika tak punya pasangan. Padahal, seringkali itu semua hanya muncul dari pikiran penderita Anuptaphobia. Mereka membangun sendiri image orang single. Padahal, belum tentu orang lain memandang dirinya seperti itu. Karena itu, biasanya mereka yang mengalami Anuptaphobia malas jika harus datang ke undangan pernikahan, acara keluarga, pergi dengan teman yang memiliki pasangan, reuni, atau acara apapun yang berpotensi untuk memunculkan pertanyaan tentang statusnya.


Menjadi Single Sangat Tidak Menarik Bagi Anda

Anda sangat tidak nyaman dan merasa sedih saat membayangkan jika Anda harus melakukan berbagai kegiatan sendiri. Anda berpendapat, kesendirian itu tidak akan terjadi jika Anda memiliki pasangan. Padahal, pada kenyataannya—sama seperti teman dan keluarga Anda—pasangan pun tentu tak bisa selalu 24 jam ada di sisi Anda dan memiliki hak untuk memiliki kehidupan di luar Anda.


Jika Anda merasa gejala tersebut sesuai dengan apa yang Anda rasakan, ada baiknya Anda melakukan konsultasi pada psikolog. Jangan sampai ketakutan tersebut justru menghantui Anda dan berakibat fatal bagi kesehatan jiwa Anda, Glitzy.

(Shilla Dipo, Image: Corbis)

You Might Also LIke